EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Wabah Penyakit Kelamin Timpa Remaja Kita, RS Kelamin sampai Tutup Kewalahan
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
EndangDilaga Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 237
Joined: Oct 2010
Reputation: 24
  

 
Post: #1
Exclamation Wabah Penyakit Kelamin Timpa Remaja Kita, RS Kelamin sampai Tutup Kewalahan
[Image: free-sex-live-show.jpg]
Prostitusi Marak, Ribuan Remaja Sakit Kelamin
Jumlahnya diduga jauh lebih besar mengingat masih banyak orang yang malu berobat.
Klinik penyakit kulit dan kelamin di RSUD tutup sejak 1 Februari

Sabtu, 16 Oktober 2010, 00:02 WIB
VIVAnews – Ribuan remaja di Jakarta menderita penyakit kelamin diduga akibat maraknya pelacuran, perubahan pola pergaulan dan kurangnya pendidikan seks.

Data mengejutkan tersebut diungkap oleh Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ida Bagus Nyoman Banjar, Jumat, 15 Oktober 2010.

Secara keseluruhan, kata dia, angka penderita penyakit kelamin di Jakarta berjumlah 9.060 orang, dengan rincian 5.051 orang berjenis kelamin perempuan dan sisanya pria. Dari total jumlah penderita tersebut, 3,007 di antaranya masih berusia antara 14 dan 24 tahun.

Jenis penyakit kelamin yang mereka derita antara lain, herpes, infeksi jamur, syphilis, vaginitis, bisul pada alat kelamin atau HPV, kutu kelamin, kutu di bawah kulit, dan AIDS.

Banyaknya penderita penyalit kelamin pada kalangan remaja, menurut Nyoman Banjar, karena maraknya praktik prostitusi dan perubahan pola pergaulan. "Kebanyakan penyakit kelamin ini ditimbulkan dari pola seksual yang salah, sehingga jika tidak diwaspadai maka akan berpotensi pada HIV/AIDS."

Nyoman Banjar menduga jumlah penderita penyakit kelamin di Jakarta lebih dari 9.060 orang, mengingat masih banyak orang yang malu menjalani pengobatan ke rumah sakit atau pun ke Puskesmas.

Menurut Danang Triwahyudi, dokter spesialis kulit dan kelamin di Rumah Sakit Dharmais dan Metropolitan Medical Center, makin meningkatnya penderita penyakit kelamin ini karena pendidikan seks yang kurang. “Dan itu terjadi bukan hanya di Jakarta tetapi di Indonesia. Coba mana pernah ada pendidikan seks di sekolah, apalagi di rumah,” kata Danang, Jumat 15 Oktober 2010.

Dia menambahkan, yang sering dan kerap terjadi adalah larangan, bukan pendidikan seks. “Yang banyak terjadi adalah, ini jangan itu jangan. Padahal seharusnya, kalau mau begini, harus begini, kalau mau begitu, harus begitu.”

Pentingnya seks aman dan sehat seharusnya diberitahukan sejak awal, bukan hanya larangan. “Sulit kalau semuanya ditabukan tanpa ada pemberitahuan bagaimana yang sebenarnya,” kata Danang.
Menjadi makin dilematis ketika pemberitahuan tentang seks yang benar malah dianggap menganjurkan. “Padahal itu dua hal yang berbeda,” katanya.

Psikolog yang juga Direktur N Consultant, Rinny Soegiyoharto, mengatakan hal senada. Remaja kini banyak yang terkena penyakit kelamin karena mereka belum atau tidak memiliki pemahaman yang baik dan benar mengenai kesehatan reproduksi, terkait perilaku bersih dalam memperlakukan alat kelamin.

Apabila pemahaman yang benar dan baik tentang perilaku bersih dan sehat dalam memperlakukan alat-alat reproduksi atau kelamin sudah dimiliki, mereka tentu juga akan memahami bahwa perilaku seksual secara sembarangan dapat merusak dirinya dan alat-alat reproduksinya

Pada dasarnya, kata Rinny, dorongan dan rangsangan seksual ada dalam setiap manusia, bahkan sejak usia anak-anak. Sehingga, tanpa pengarahan yang benar soal itu, misalnya bahwa alat kelamin harus diperlakukan dengan sehat dan bertanggung jawab--juga bahwa dorongan seksual harus dimaknai sebagai hal positif untuk disalurkan dalam aktivitas yang positif—remaja akan mudah terjerumus ke pergaulan bebas.
http://fokus.vivanews.com/news/read/...endidikan-seks

[Image: Ariel-Luna-Cut-Tari.jpg]
sementara itu ....
Ikon 'Pejantan' Bebas Indonesia 'Ariel Peterporn' dibebaskan
Bebas 23 Oktober, Ariel Ikuti Luna dan Tari, Hanya akan Jalani Wajib Lapor

Sabtu, 16 Oktober 2010 , 02:38:00
JAKARTA - Vokalis Peterpan, Nazril Irham alias Ariel, akan leluasa menemui kekasihnya Luna Maya. Dia akan dibebaskan dari rutan Bareskrim Polri dan hanya akan menjalani status wajib lapor dua kali seminggu. Itu berarti sama dengan Luna Maya dan Cut Tari, yang juga harus lapor rutin tiap hari Senin dan Kamis.

Ariel ditahan sejak 22 Juni 2010 dan sudah mengalami perpanjangan penahanan dua kali. Namun menjelang berakhirnya masa penahan, pihak Kejagung berdalih bahwa pemeriksaan berkas belum tuntas. Oleh karena itu, Ariel harus dibebaskan dari rutan.

"Memang seperti itu. Kalau belum lengkap, ya, keluar (tahanan). Jadi tersangka itu tidak harus ditahan. Siapa yang bilang tersangka harus ditahan?" ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Hamzah Tadja, kepada wartawan di Kejagung, Jakarta Selatan, kemarin (15/10).

Menurut Hamzah, hingga saat ini penyidik belum dapat melengkapi syarat formil dalam berkas yang disidik sejak bulan Juni lalu itu. "Syarat formil itu antara lain, dalam dakwaan harus disebut tanggal dakwaan. Harus disebut kapan kejadiannya itu, di mana kejadiannya itu. Nah, itu kan di dalam berkas tidak ada. Jadi bagaimana jaksanya membuat dakwaan? Apa jaksanya mau ngarang?" papar Hamzah.

Polisi hingga saat ini memang belum bisa menemukan lokasi dibuatnya adegan mesum antara Ariel dan Luna Maya, maupun dengan Cut Tari. Ariel juga mengaku lupa, serta tidak punya bukti dokumen yang tertinggal seperti kuitansi hotel atau lainnya.

Seperti diketahui, Ariel bersama dengan Luna Maya dan Cut Tari, merupakan tersangka dalam kasus dugaan asusila. Kasus ini mencuat setelah video adegan panas keduanya mencuat, pasca video itu tersebar luas ke publik.

Dalam berkas penyidikannya, Ariel dikenakan Pasal 29, Pasal 35 Undang-undang No 44/2008 tentang Pornogafi dan/atau Pasal 282 KUHP. Sedangkan dua pelaku lain, Luna Maya Sugeng dan Cut Tari Aminah Anasya Binti Joeransyah, dikenakan Pasal 34 Undang-undang No 40/2008 tentang Pornografi.

Di bagian lain, Mabes Polri memastikan pihaknya akan membebaskan Ariel pada 23 Oktober mendatang. Sebab, mereka tak punya kewenangan untuk menahan Ariel lagi. "Mulai tanggal 23 Oktober itu, jam 00, kita tidak berwenang. Kalau tidak dikeluarkan, kita bisa digugat," kata Kabidpenum Polri, Kombes Marwoto Soeto.

Mantan Kapoltabes Samarinda itu mengungkapkan, Ariel telah mendapatkan surat perintah pengeluaran penahanan atau SP3 yang dikeluarkan Mabes Polri. Meski begitu, berkas kasus pornografi yang melibatkan Ariel akan tetap berjalan. Berkas itu sendiri sudah tiga kali dikembalikan kejaksaan.

Kata Marwoto pula, itu terjadi karena kejaksaan ingin mengkonfrontir antara keterangan Ariel dengan Cut Tari yang berbeda. Ariel tidak mau mengaku, sementara Cut Tari mengaku. "Kejaksaan ingin konfrontir si A dengan CT. Keterangannya beda. Jaksa minta dijelaskan juga tempat kejadian perkaranya. Kemarin ada gelar perkara, tapi saya belum dengar hasilnya," katanya.
http://www.jpnn.com/read/2010/10/16/...Luna-dan-Tari-
[Image: cewe+sma+abg+bugil+memek+telanjang+**%20SENSOR%20**.jpg]


10-28-2010 01:42 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

delvis66 Offline
The Mind Master
*

Posts: 8,123
Joined: Feb 2011
Reputation: 1400
  

 
Post: #2
RE: Wabah Penyakit Kelamin Timpa Remaja Kita, RS Kelamin sampai Tutup Kewalahan
fakta yang menjengkelkan namun menarik banyak perhatian Opo IKi ??


05-14-2011 11:19 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply