EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 2 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Ubah Hobi Jadi Bisnis? Bisa, Asal....
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
cancuter Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 273
Joined: Oct 2010
Reputation: 117
  

 
Post: #1
Ubah Hobi Jadi Bisnis? Bisa, Asal....
[Image: HfjUvaO8kK.jpg]

Pada prinsipnya, menjalankan bisnis rumahan bisa berawal dari hobi, sama saja dengan menjalankan bisnis-bisnis yang lainnya. Kiat-kiatnya juga hampir sama.

Yang berbeda adalah, jika bisnis-bisnis yang lain berawal dari kebutuhan atau apa yang bisa menjadi lahan bisnis saat itu, maka bisnis yang berasal dari hobi, benar-benar berasal dari sesuatu dari dalam diri kita.

Maka ada sejumlah tambahan, agar hobi tersebut benar-benar bisa diubah menjadi profesi. Salah satunya adalah berjualan melalui bazar. Agar sukses berjualan lewat bazar, ada beberapa hal yang harus kita cermati.

Seperti disampaikan Nurul Hidayati dalam bukunya 20 Usaha Rumahan, Modal di Bawah Rp2 Juta, terbitan Daras Books, seperti dikutip okezone. Berikut tips Susie dari Jakarta Promotion Event Organizer:

1. Teliti memilih event organizer (EO/penyelenggara).
Anda harus mengetahui sejarah EO tersebut. Apakah EO itu melakukan promosi event dengan membuat spanduk, iklan di media, brosur, dan seterusnya.

2. Survei tempat.
Usahakan dekat dengan lokasi rumah untuk menghindari kemacetan, keterlambatan atau masalah lainnya. Perhatikan harga sewa, jumlah hari, luas stan yang kita inginkan.

3. Fasilitas.
Tanya fasilitas apa saja yang kita dapat dengan menyewa stan. Misalnya, partisi, nama stan, meja, kursi, penerangan, hingga colokan listrik.

4. Pilih lokasi stan yang strategis. Pilih yang mudah dilihat dan dijangkau pengunjung.

5. Penataan. Buatlah stan semenarik mungkin (eye cacthing). Hindari stan yang berantakan dan terlalu sempit.

6. Agresif. Penjaga stan harus aktif mengajak konsumen mampir ke stan-nya, jangan hanya duduk dan diam.

7. Market Test. Lihat siapa konsumen kita. Misalnya, kalau di perkantoran, lebih baik menjual baju, tas, sepatu, atau barang elektronik.

8. Tes harga dan produk. Sesuaikan harga dan produk dengan pasar.

9. Pindah. Jangan mengikuti beberapa event bazar di tempat yang sama dalam waktu berdekatan. Apalagi dengan barang dagangan yang sama. Ini untuk menyiasati agar konsumen tidak bosan dengan barang dagangan kita.

Ingin membuka bazar tapi belum tahu tempat yang asyik beserta kisaran harganya? Ini dia tempat bazar di Jakarta dan sekitarnya beserta kisaran harga stand.

1. Podium Menara Standard Chartered, Jl Prof Dr Satrio, Jakarta Stan Rp4 juta–Rp4,5 juta, ukuran 2x2m.

2. Plaza Bapindo, Assembly Hall D, Lt 8, Jl Jendral Sudirman Kav 54-55, Jakarta Stan Rp2,25 juta–Rp3,25 juta, ukuran 2X2m, 2×2,5m, 2x3m.

3. World Trade Center, Atrium, Lt 2, Jl Jend Sudirman Kav 29, Stan Rp2,7 juta–Rp3,5 juta, ukuran 2x2m-2,5x3m.

4. Menara Bidakara, Lobby, Jl Jend. Gatot Soebroto, Jakarta Selatan Stan Rp2,75 juta–Rp3 juta, ukuran 2x2m – 2x4m Stan Rp1,2 juta-Rp 3 juta, ukuran 2x2m – 10m2.

5. Balai Sidang JCC, Exhibition Hall A, Jl. Jend. Gatot Subroto.

6. Gedung Arthaloka, Parking Area, Jl Jend Sudirman Kav 2, Jakarta Pusat Stan Rp900 ribu–Rp3 juta, ukuran 1,5x2m–3x3m.

7. Plaza BII, Lower Ground Stan Rp1 juta–Rp5,2 juta, ukuran 1,5x1m–2×2 m.

8. Kantor Walikota Jakarta Pusat, Parking Area Stan Rp700 ribu–Rp800 ribu, ukuran 2x2m–2x3m
Reply With Quote


12-02-2010 01:37 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Hedi Yunus, Bisnis Baru Jadi Event Organizer (EO) Gogol_HT 0 1,464 03-20-2011 09:24 PM
Last Post: Gogol_HT