EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |


Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 4 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Susunan Prosesi Pernikahan Adat Sunda
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
Gogol_HT Offline
๑۩۩»»ÉÖÇ««۩۩๑
*

Posts: 14,298
Joined: Oct 2010
Reputation: 4895
  




 
Post: #1
Susunan Prosesi Pernikahan Adat Sunda
Persiapan pernikahan dan Acara Pernikahan Adat Sunda

[Image: reflectedImage66png.jpg]
Kekayaan budaya Tatar Sunda tampil lewat upacara pernikahan adatnya yang unik dan kaya makna. Prosesi pernikahan diwarnai humor yang menyegarkan dan mengakrabkan, tapi tak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat. Berikut rangkaian tata cara pernikahan adat Sunda sebagai panduan bila Anda ingin menikah secara adat ini.

Seminggu atau tiga hari menjelang peresmian pernikahan, di rumah kedua calon mempelai berlangsung sejumlah persiapan yang mengawali prosesi pernikahan, yaitu Ngebakan atau Siraman. Berupa acara memandikan calon pengantin wanita agar bersih lahir dan batin. Acara berlangsung siang hari di kediaman masing-masing calon mempelai. Bagi umat muslim, acara terlebih dulu diawali dengan pengajian dan pembacaan doa khusus. Tahapan acara siraman adalah:

Ngecagkeun Aisan. Calon pengantin wanita keluar dari kamar dan secara simbolis digendong oleh sang ibu, sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat sungkeman.

Ngaras. Permohonan izin calon mempelai wanita kemudian sungkem dan mencuci kaki kedua orangtua. Perlengkapan yang dibutuhkan hanya tikar dan handuk.

Pencampuran air siraman. Kedua orangtua menuangkan air siraman ke dalam bokor dan mengaduknya untuk upacara siraman.

Siraman. Diawali musik kecapi suling, calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. Siraman calon pengantin wanita dimulai oleh ibu, kemudian ayah, disusul oleh para sesepuh. Jumlah penyiram ganjil; 7, 9 dan paling banyak 11 orang. Secara terpisah, upacara yang sama dilakukan di rumah calon mempelai pria. Perlengkapan yang diperlukan adalah air bunga setaman (7 macam bunga wangi), dua helai kain sarung, satu helai selendang batik, satu helai handuk, pedupaan, baju kebaya, payung besar, dan lilin.

Potong rambut. Calon mempelai wanita dipotong rambutnya oleh kedua orangtua sebagai lambing memperindah diri lahir dan batin. Dilanjutkan prosesi ngeningan (dikerik dan dirias), yakni menghilangkan semua bulu-bulu halus pada wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom, membuat godeg, dan kembang turi. Perlengkapan yang dibutuhkan: pisau cukur, sisir, gunting rambut, pinset, air bunga setaman, lilin atau pelita, padupaan, dan kain mori/putih.

Rebutan Parawanten. Sambil menunggu calon mempelai dirias, para tamu undangan menikmati acara rebutan hahampangan dan beubeutian. Juga dilakukan acara pembagian air siraman.

Suapan terakhir. Pemotongan tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai wanita, dilanjutkan dengan menyuapi sang anak untuk terakhir kali masing-masing sebanyak tiga kali.

Tanam rambut. Kedua orangtua menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan.

Ngeyeuk Seureuh. Kedua calon mempelai meminta restu pada orangtua masing-masing dengan disaksikan sanak keluarga. Lewat prosesi ini pula orangtua memberikan nasihat lewat lambang benda-benda yang ada dalam prosesi. Lazimnya, dilaksanakan bersamaan dengan prosesi seserahan dan dipimpin oleh Nini Pangeuyeuk (juru rias). Tata cara Ngeuyeuk Sereuh:


Nini Pangeuyeuk memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang, kedua mempelai meminta izin untuk menikah kepada orangtua mereka.

Pangeuyeuk membawakan Kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sambil nyawer (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada calon mempelai, simbol harapan hidup sejahtera bagi sang mempelai.

Calon mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi, diiringi nasihat untuk saling memupuk kasih sayang.

Kain putih penutup pangeuyeukan dibuka, melambangkan rumah tangga yang bersih dan tak ternoda. Menggotong dua perangkat pakaian di atas kain pelekat; melambangkan kerjasama pasangan calon suami istri dalam mengelola rumah tangga.

Calon pengantin pria membelah mayang jambe dan buah pinang. Mayang jambe melambangkan hati dan perasaan wanita yang halus, buah pinang melambangkan suami istri saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. Selanjutnya calon pengantin pria menumbuk alu ke dalam lumping yang dipegang oleh calon pengantin wanita.

Membuat lungkun, yakni berupa dua lembar sirih bertangkai berhadapan digulung menjadi satu memanjang, lalu diikat benang. Kedua orangtua dan tamu melakukan hal yang sama, melambangkan jika ada rezeki berlebih harus dibagikan.

Diaba-abai oleh pangeuyeuk, kedua calon pengantin dan tamu berebut uang yang berada di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga.

Kedua calon pengantin dan sesepuh membuang bekas ngeyeuk seureuh ke perempatan jalan, simbolisasi membuang yang buruk dan mengharap kebahagiaan dalam menempuh hidup baru.

Akad Nikah
Pada hari pernikahan, calon pengantin pria beserta para pengiring menuju kediaman calon pengantin wanita, disambut acara Mapag Penganten yang dipimpin oleh penari yang disebut Mang Lengser. Calon mempelai pria disambut oleh ibu calon mempelai wanita dengan mengalungkan rangkaian bunga. Selanjutnya upacara nikah sesuai agama dan dilanjutkan dengan sungkeman dan sawer.

Sawer
Yaitu upacara memberi nasihat kepada kedua pengantin. Kedua orangtua menyawer pasangan pengantin diiringi Kidung. Untuk menyawer digunakan bokor yang diisi uang logam, beras, irisan kunyit tipis, permen, dan tek-tek. Kedua pengantin duduk di kursi sambil dipayungi. Seiring alunan Kidung, isi bokor ditaburkan. Hadirin yang menyaksikan berebut uang dan permen hingga mengundang gelak tawa.



UNTUK MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA BESAR EOC
SILAHKAN REGISTER
DISINI
SEMOGA SEMAKIN BANYAK SENYUM DARI ANDA DGN BERGABUNG DI EOCOMMUNITY.COM
..

04-13-2011 11:27 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Pernik Pernikahan : Peraturan untuk Tamu Pernikahan Gogol_HT 8 4,414 03-31-2014 01:06 PM
Last Post: frezza
  Susunan Prosesi Pernikahan Adat Minangkabau ( Padang ) Gogol_HT 5 22,040 12-02-2013 01:20 AM
Last Post: Rafi_Arya
  PROSESI LENGKAP PERNIKAHAN ADAT CINA Gogol_HT 2 4,527 10-14-2013 08:37 AM
Last Post: ginarianti
  Pernikahan Adat Baduy Gogol_HT 1 1,004 08-14-2013 01:59 PM
Last Post: saira