EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Sidang Korupsi Pajak Rp 932 M Meski Berstatus Pelajar, Winda Hapsari Punya Rekening M
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
Aura.rahma Offline
Ruang Bunda
*

Posts: 3,360
Joined: Oct 2010
Reputation: 990
  

 
Post: #1
Sidang Korupsi Pajak Rp 932 M Meski Berstatus Pelajar, Winda Hapsari Punya Rekening M
Winda Arum Hapsari, anak dari Bahasyim Asafiie masih berstatus pelajar. Tetapi rekeningnya telah mencapai miliaran rupiah. Kejanggalan ini membuat hakim Didik Setyo Handono curiga.

"Bagaimana bisa, dia kan masih pelajar. Apakah ditanyakan asal-usul uangnya?" ucap Didik kepada saksi dari bank BCA Sahardjo dan BCA Sudirman, Galih Retno dan Sony di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (28/10/2010).

Dalam kesaksiannya, baik Retno maupun Sony menyatakan status Winda hanya pelajar saat membuka tabungan di BCA. Setoran awal yang digelontorkan tahun 2005 itu sebanyak Rp 477 juta di BCA Sudirman. Pada saat hampir bersamaan, Winda juga membuka rekening di BCA Sahardjo dengan setoran awal Rp 500.000.

"Itu tugasnya teller. Uang darimana, ada kepentingan apa, ada bisnis apa teller yang menanyakan. Kalau tidak mau mengisi form asal-usul uang, bank bisa menolak," jawab Galih Retno.

Selain di bank tersebut, dalam dakwaan jaksa, Winda Hapsari juga ditengarai memiliki rekening dengan lalu-lintas transfer uang sebanyak Rp 284 miliar di BNI Jakarta Pusat. Sementara di BNI Gambir, lalu-lintas uang di rekening Winda Hapsari mencapai Rp 127 miliar.

Menanggapi kesaksian tersebut, Bahasyim berkelit. Menurutnya, saat Winda membuka rekening, Winda menggunakan KTP lama. Sementara status anaknya telah bekerja di kantor akuntan.

"Dia bekerja di kantor akuntan dan itu bagian dari uang gaji. Menggunakan KTP yang sudah lama," tangkis Bahasyim.

Bahasyim didakwa oleh jaksa Fachrizal dengan pasal korupsi dan pencucian uang. Pasal itu diterapkan karena rekening Bahasyim tidak wajar yakni mencapai Rp 932 miliar (halaman 48 dakwaan). Uang itu ia kumpulkan sejak 2006 hingga 2010 di berbagai cabang BNI antara lain di BNI Gambir, BNI Senayan dan BNI Jakarta Pusat. Bahasyim sempat menjadi Kepala Kantor Pajak Jakarta VII, Palmerah dan Koja.

sumber: http://www.detiknews.com


10-28-2010 08:24 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Aku Bersedia Menikahinya Meski Ia Tak Lagi Perawan ******* 1 1,400 09-03-2012 01:24 AM
Last Post: blue_book
  Pencarian Korban Diutamakan Meski Lokasi Black Box Ditemukan Aura.rahma 0 824 05-14-2012 06:04 AM
Last Post: Aura.rahma
  Jangan Panik Gunung Gamalama Berstatus Siaga Gogol_HT 2 1,489 12-05-2011 09:56 PM
Last Post: *******
  22 Bank Sepakat Bekukan Rekening Penipu Lewat SMS melky_hp 1 1,165 09-29-2011 09:45 AM
Last Post: eocfans