EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |


Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Review : THE DEVIL INSIDE (2012)
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
danieldokter Offline
Moderators ♂
*

Posts: 174
Joined: Aug 2011
Reputation: 270
  




 
Post: #1
Review : THE DEVIL INSIDE (2012)
THE DEVIL INSIDE : BEYOND EXORCISMS
Sutradara : William Brent Bell
Produksi : Insurge Pictures & Paramount Pictures, 2012

Sama seperti genre-genre lain, horor dengan style found footage yang masih terus jadi trend pun ternyata tak punya formula pasti untuk bisa mendapat resepsi yang bagus di kalangan para penonton. ‘The Blair Witch Project’ mungkin memang sebuah pemula, namun tak ada yang menyangka bagaimana ‘Paranormal Activity’ yang membelit-belit plotnya di situ-situ saja bisa berhasil luarbiasa, dan ‘The Last Exorcism’ masih bisa dianggap bagus oleh banyak orang. ‘The Devil Inside’ pun sebenarnya tak jauh berbeda, dan muncul di awal dengan antusiasme luar biasa juga. Bahkan Paramount pun menandai ‘The Devil Inside’ sebagai film pertama produksi divisi mereka, ‘Insurge’ yang khusus menangani produk low budget. Di weekend pertamanya, ia melambung ke puncak box office, namun di minggu berikutnya anjlok sampai memecahkan rekor hampir sebesar ‘The Jonas Brothers : 3D Concert Experience’, dengan satu dosa yang dianggap paling besar. Ending yang sangat ‘WTF’ hingga dianggap sebagai salah satu ending terjelek dalam sejarah sinema mereka. But hey, ain’t all found footage ended with ‘WTF’? Entah ini sebuah anomali, but it’s for you to decide.

Dibuka dengan opening scene yang meyakinkan untuk membangun atmosfer seramnya setelah embel-embel tak penting bahwa film ini tak didukung Vatikan, di tahun 1989, Maria Rossi (Suzan Crowley) membunuh tiga orang pendeta yang tengah melakukan pengusiran setan (exorcism) terhadapnya, secara mengenaskan. Maria kemudian dirawat di sebuah rumahsakit jiwa di Roma. Suaminya juga meninggal tiga hari setelahnya, meninggalkan seorang putri bernama Isabella. Isabella dewasa (Fernanda Andrade) lah yang 20 tahun kemudian berniat menelusuri jejak ibunya melalui sebuah film dokumenter tentang exorcism dengan bantuan dua pendeta, Ben (Simon Quaterman) serta David (Evan Helmuth). Ben dan David membawa Isabella ke exorcism terhadap Rosalita (Bonnie Morgan) sebelum menjumpai ibunya, tanpa menyadari mereka makin mendekati kejadian-kejadian mengerikan atas masa lalu mereka.

The truth is, secara sekilas, tak ada yang salah dengan ‘The Devil Inside’. Lokasinya yang berpindah-pindah dari Rumania, Roma dan Italia juga hadir dengan cukup menarik dibalik penjelasan detil tentang pro dan kontra paham-paham exorcism dari gereja dengan medis hingga kontradiksi setan dalam kitab suci, jauh lebih mendalam ketimbang ‘The Last Exorcism’. Horror sequence-nya juga sama sekali tak bisa dikatakan gagal dalam menakut-nakuti serta mengejutkan penonton, begitu pula departemen castnya yang bukan siapa-siapa tapi bermain cukup intens.

Namun disini juga mungkin letak ketidakseimbangan antara padatnya penyampaian informasi dengan usaha Bell bersama partner tetapnya, Matthew Peterman yang sebelumnya sudah menyuguhkan kita horor ‘Stay Alive’ yang juga kurang berhasil, untuk menggedor jantung penontonnya dengan adegan-adegan menyeramkan. Selagi found footage lain tak dibarengi dengan plot kelewat detil hingga memfokuskan perhatian penonton secara penuh ke gempuran kengeriannya, ‘The Devil Inside’, terkadang malah kelihatan kelewat cerewet memberikan pro dan kontra pandangannya terhadap seluk-beluk exorcism, sehingga penonton bisa jadi begitu terdorong untuk mengharapkan kesimpulan yang tuntas di ujung benang merahnya. But then again, Bell dan Peterman tetap memilih tipikalisme found footage horror seperti biasanya dengan ending yang dianggap banyak orang ‘WTF’ secara tak menyenangkan itu. As to me, a found footage is better end that way, dan selama gelaran seram-seramannya bisa cukup membuat Anda terpaku dengan bulu kuduk berdiri, tak ada alasan untuk menghujatnya ke dasar yang paling bawah dari sebuah pengalaman sinematis. So yes, ini sungguh tak sejelek yang dikatakan kritikus dan sebagian penonton, and you better get ready to scream! (dan)

danieldokter.wordpress.com


05-01-2012 04:08 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Kucing94 Offline
Sobat Baru

Posts: 13
Joined: Feb 2011
Reputation: 2
  




 
Post: #2
RE: Review : THE DEVIL INSIDE (2012)
link download nya sekalian dong sob.....


05-01-2012 11:15 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Review : THE AVENGERS (2012) danieldokter 8 1,462 11-09-2013 01:16 PM
Last Post: AWP_Negative
  Review : ZERO DARK THIRTY (2012) danieldokter 1 457 02-23-2013 11:26 AM
Last Post: adihartono
  Review : BULLET TO THE HEAD (2012) danieldokter 0 387 02-17-2013 07:38 AM
Last Post: danieldokter
  Review : DJANGO UNCHAINED (2012) danieldokter 2 655 02-14-2013 09:45 AM
Last Post: ujang_fadhil