EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Pemberantasan Korupsi Buruk Terkonfirmasi
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
copas Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 99
Joined: Oct 2010
Reputation: 27
  

 
Post: #1
Information Pemberantasan Korupsi Buruk Terkonfirmasi
Temuan LSI dinilai ibarat mengkonfirmasi penelitian-penelitian terdahulu.
[Image: 62607_poster_anti_suap_dan_korupsi_300_225.jpg]
VIVAnews - Penasehat ahli kepolisian yang juga sosiolog Universitas Indonesia Kastorius Sinaga menyatakan bahwa temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) atas ketidakpercayaan publik pada lembaga pemberantasan korupsi memang sudah tidak asing lagi.

Temuan LSI dinilai ibarat mengkonfirmasi penelitian-penelitian terdahulu seperti yang telah dilakukan Transparency International Indonesia (TII), survei integritas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan lain-lain. Kastorius juga setuju bila ada anggapan kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum anjlok.

"Memang mengecewsakan. Itu amburadul karena secara kapasitas lembaga, integritas aparat, dan sistem internal yang memang mesti dibenahi betul-betul," kata Kastorius, Jakarta, 7 November 2010.

Menurut dia, di sinilah letak penting belajar mengenai masalah utama yang dihadapi lembaga penegak hukum, yaitu sinergisitas antar institusi penegak hukum yakni, KPK, Kejaksaan, dan kepolisian. Kastorius menilai, tidak sinergi hubungan antar ketiganya harus diakui telah menyebabkan pelemahan kinerja instistusi. Berita Survei LS soal Korupsi baca di sini.

Sementara pengamat hukum Refly Harun menyatakan penurunan persepsi publik yang tajam terhadap pemberantasan korupsi ini bisa menjadi pertanda bahaya. Karena harapan masyarakat telah semakin tpis.

"Saya kira siapapun pimpinannya di negeri ini tak akan gampang untuk mendongkrak persepsi publik atas institusi penegak hukum kita. Ini memang mengkonfirmasi fenomena-fenomena yang ada," kata Refly.

Menurut Refly, aparat negara atau penguasa mesti metubah perilaku dalam memandang pemberantasan korupsi. Partisipasi masyarakat semestinya ditingkatkan dan dilindungi dengan sebaik-baiknya.

Aparat mestinya tak perlu terlalu reaktif terhadap upaya tertentu dari masyarakat misalnya, aduan masyarakat mengenai dugaan kasus korupsi. Sebab menurut refly sudah sering ditemui kejadian bahwa pengadu atau masyarakat yang mengadukan dugaan kasus korupsi malah dipidanakan karena dianggap melakukan pencemaran nama baik.

"Kalau sikap itu tak berubah maka persepsi masyarakat terhadap pemberantasan korupsi tidak akan kuat. Tak ada yang mau jadi whistle blower kalau terus begitu," jelas dia. (hs)
• VIVAnews


11-08-2010 08:29 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply