EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Thread Closed 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Naik Bus TransJ, Lebih Aman Lewat Pintu Tengah
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
Deni_28 Offline
๑۩۩»»ÉÖÇ««۩۩๑
*

Posts: 1,032
Joined: Nov 2010
Reputation: 107
  

 
Post: #1
Naik Bus TransJ, Lebih Aman Lewat Pintu Tengah





Jakarta - Eko Nugroho kehilangan separo jempol tangan kanannya karena terjepit pintu bus TransJ. Penumpang bus TransJ diimbau masuk melalui pintu tengah yang lebih lebar dan terpantau petugas pengamanan.

"Eko masuk lewat pintu belakang. Selain pintunya sempit, petugasnya juga tidak di belakang," ujar Manajer Pengendalian BLU TransJ, Gunarjo, kepada detikcom, Selasa (7/12/2010).

Gunarjo menuturkan, penumpang bus TransJ sebenarnya disediakan pintu tengah untuk keluar masuk penumpang. Sementara pintu belakang diutamakan untuk penumpang yang keluar.

"Petugas pengamanan juga adanya di tengah karena menjaga keluar masuk penumpang," papar Gunarjo.

Gunarjo juga mengimbau agar penumpang selalu hati-hati saat hendak naik ataupun turun dari bus. Sebab di jam-jam kerja penumpang bus TransJ luar biasa banyaknya.

"Harus bersabar karena memang berdesakan," imbaunya.

Kepada operator bus TransJ, Gunarjo sudah mewanti-wanti agar dipasang stiker peringatan 'awas terjepit'. Sayangnya hingga hari ini baru beberapa bus yang memasang peringatan tersebut.

"Saya tidak tahu apa sudah dijalankan atau belum, tapi nanti akan kita cek," tandasnya.

Jempol Eko putus karena terjepit pintu Bus TransJ saat dia menumpang bus TransJ Koridor VI, jurusan Dukuh Atas-Ragunan. Dia naik dari halte Patra Kuningan. Di halte Depkes, dua orang memaksa masuk ke bus yang penuh sehingga membuat Eko terdesak dan jempolnya terjepit pintu bus yang menutup otomatis.

(van/ndr)
(detik.com)
Rem Blong, Bus TransJ Seruduk Motor di Jl Warung Buncit






Jakarta - Kecelakaan yang melibatkan bus TransJ kembali terjadi. Kali ini rem bus TransJ yang blong menyeruduk seorang penyeberang jalan dan seorang pengendara motor di ruas jalur Busway di Jl Warung Buncit, arah Kuningan.

Pantauan detikcom di lokasi kecelakaan di jalur Busway Jl Warung Buncit Raya arah kuningan, dekat RS JMC, satu unit sepeda motor tampak rusak akibat diseruduk bus TransJ. Sementara itu seorang penyeberang jalan harus dirawat oleh warga karena luka ringan.

Jalur Busway di depan RS JMC memang dibuka karena ada pawai perayaan peringatan satu Muharam di jalan tersebut. Akibatnya jalur Busway memang penuh sesak berjubel kendaraan pribadi.

Kerumunan masyarakat yang ikut dalam pawai pun segera meminta sopir bus TransJ turun untuk mempertanggungjawabkan kecelakaan tersebut. Sopir bus akhirnya turun setelah didesak oleh ratusan warga yang meramaikan pawai tersebut.

"Sebentar bang, ini remnya blong, tolong diganjal dulu," ujar sopir bus TransJ yang beberapa saat kemudian turun dan menyerahkan KTP kepada warga.

Kejadian ini mengakibatkan kemacetan cukup parah arus lalu lintas menuju Kuningan. Sebab jalur Busway yang tadinya digunakan sebagai jalur alternatif memecah kemacetan malah tersumbat bus TransJ tersebut.

Kemacetan mulai cair saat polisi meminta KTP sopir bus TransJ dari warga. Polisi kemudian naik bus bersama kernet dan sopir melanjutkan perjalanan.

"Nggak boleh warga seperti ini, warga harus menahan diri, ini negara hukum," tegas seorang petugas Kepolisian sambil mengamankan sopir bus TransJ dari kerumunan warga dan membawanya pergi.

(van/gah)
(By detik.com)
Jenazah TKI Asal Medan Dipulangkan dari Arab Saudi Tanpa Dokumen Pengantar


Jakarta - Jenazah Helena Apulina Situmorang (31), TKI asal Medan yang bekerja sebagai perawat di Arab Saudi, tiba di tanah air. Namun jenazah Helena tidak diantar bersama dokumen pengantar sebagai penghormatan terhadap TKI yang wafat dalam di tengah menjalankan tugas.

Jenazah Helena tiba di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (6/12/2010) sekitar pukul 23.00 WIB. Jenazah Helena langsung dibawa ke rumah duka di Jl Bilal, Landasan Ujung, No 106, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

Helena dilaporkan tewas di Arab Saudi dalam kecelakaan saat pulang usai mengantar pasiennya, bulan Agustus 2010 lalu. Kedatangan jenazah Helena disambut isak tangis keluarga.

Namun keluarga sedikit cemas karena kepulangan jenazah tidak disertai dengan dokumen pengantar baik dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi. Keluarga mengenali jenazah Helena berdasarkan ciri-ciri yang ada.

"Jangankan surat pengantar yang menyebutkan penyebab kematian Helena, alasan keterlambatan pemulangan Helena pun tidak ada kami dengar dari pemerintah Indonesia," keluh saudara perempuan Helena, Martha.

Rencananya, jenazah anak ketiga dari pasangan Parluhutan dan Lediana Panggabean ini akan dimakamkan siang ini.
Helena berangkat menjadi TKW ke Arab Saudi melalui jasa tenaga kerja PT. Amri Margatama yang beralamat di Jakarta. Helen berangkat atas ajakan salah seorang dokter tempatnya bekerja sebelumnya.

Helen meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan sepulang dari mengatar pasiennya dari Madinah. Mobil ambulan yang ditumpangi Helen mengalami kecelakaan. Helen sempat mendapat perawatan, namun nyawanya tidak tertolong lagi. Ibu kandung korban, Lediana Panggabean, mengatakan anaknya telah menandatangani perpanjangan kontrak untuk dua tahun ke depan beberapa waktu lalu.

"Anakku itu baru saja tandatangan kontrak lanjutan untuk dua tahun kedepan. Tapi akhirnya meninggal di Arab," kata Lediana sambil mengusap air mata.

(rul/van)

(by detik.com)


12-07-2010 08:47 AM
Visit this user's website Find all posts by this user

Thread Closed 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
Wink BBM Naik, Semuanya Pun Ikut Naik info_terbaik 2 1,466 06-21-2013 11:30 AM
Last Post: Xologist
  8 Langkah Aman Naik Angkot LindaCarling 12 3,729 12-22-2011 03:54 AM
Last Post: *******
  AD, Pelaku Pelecehan Seksual di TransJ Babak Belur Dikeroyok Penumpang Gogol_HT 9 2,818 03-20-2011 04:26 PM
Last Post: puttra86