EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Manover Screen Print Work, Awalnya Hobi, Kini Jadi Gantungan Hidup
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
EyangSubur Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 188
Joined: Nov 2010
Reputation: 46
  

 
Post: #1
Manover Screen Print Work, Awalnya Hobi, Kini Jadi Gantungan Hidup
[Image: 1.jpg]
Menjalankan usaha sesuai dengan hobi mengapa tidak? Sesuatu yang digemari dan dekat dengan diri kita. Salah satunya yang berhasil menjalaninya dan menuai keuntungan dari hobi ini adalah Suwarto pemilik Manover Screen Print Work. Alumnus ISI Yogyakarta ini memiliki usaha sablon kaos spesialis katun sejak tahun 2007. Usaha ini memang begitu dekat dengan dirinya yang mengenyam pendidikan di Fakultas Seni Rupa Jurusan Desain Komunikasi Visual tahun 1999 di ISI Yogyakarta.

Sedari kuliah Warto sudah senang menyablon untuk keperluan pribadi dan teman-teman dalam jumlah yang terbatas. Lalu pada tahun 2005 ia bersama tiga orang teman kuliahnya merintis usaha di daerah Nitikan. Waktu itu bidang usahanya tidak hanya sablon saja melainkan juga desain grafi s, cetak-mencetak, iklan untuk korporat dan lain sebagainya.

“Tapi usaha itu tidak berjalan lancar karena kami berempat tidak memiliki keahlian diluar desain. Misalnya untuk pemasaran tidak ada orang yang punya latarbelakang marketing, sehingga usaha ini bisa dibilang tidak terlalu serius dan tidak berjalan lancar,” ceritanya mengenang masa lalu. Barulah di tahun 2007 setelah lelaki asal Purworejo ini menikah, ia memulai usahanya sendiri bersama sang istri dengan jenis usaha yang lebih spesifik yakni sablon (jenis sablon Rubber). Ia berani membuka usaha ini dengan pertimbangan mudah dikerjakan (menggunakan alat yang sederhana), kemudian aplikatif di berbagai media, murah biaya produksinya, dan juga usaha sablon lebih familiar.

“Yang utama memang masalah modal. Usaha sablon ini modalnya tidak terlalu banyak, sehingga bisa dikumpulkan sedikit demi sedikit,” katanya. Untuk peralatan menyablon ia menuturkan jumlah biaya yang dikeluarkan kurang lebih Rp 5 juta. Seiring dengan banyaknya order yang mengalir, dalam setahun usaha ini pun berkembang. Warto lantas mengerjakan juga sablon kaos sekaligus jahitnya. Dari sinilah, Warto nekat menambah peralatan usaha dengan membeli 3 set mesin jahit seharga Rp 10 jutaan perbuah, dengan meminjam dari salah satu bank.

Order terus mengalir. Baik dari teman-temannya di kampus ataupun dari orang luar yang meminta jasa penyablonan baik untuk kepentingan sendiri, ataupun pesanan dari pihak tertentu. Bahkan hingga kini setelah hampir tiga tahun membuka usaha sendiri, Warto telah memiliki pelanggan tetap seperti supplier, penerbit dari berbagai daerah termasuk Jabar dan Padang. “Tidak ada staf marketing tetap mbak. Kita justru lebih banyak menawarkan jasa ini lewat internet atau bisnis online seperti yang kebanyakkan dilakukan pelaku usaha. Namun dalam sebulan pasti ada order darimana saja, hal ini karena faktor kepercayaan dan dari mulut ke mulut yang merasa puas dengan hasil sablon saya,” aku pria yang pernah menerima order menyablon kaos Laskar Pelangi untuk dijual di beberapa toko buku.

Ditambah lagi usaha ini tidak mematok waktu pemesanan, sehingga order menyablon (berbagai macam desain) bisa diterima kapan saja karena sistemnya bukan kantoran. Dalam sebulan paling tidak usaha ini menerima order 500 pieces kaos sablon (@30.000,-). Menurut Warto yang menerima minimal order 3 pieces ini, usahanya masih terbilang skala kecil (home industry) sehingga omset per bulan rata-rata Rp 4 jutaan. Selama dua tahun ini usahanya telah berhasil balik modal, termasuk juga membayar kontrakan tempat usaha sekaligus tempat tinggal dan membayar tiga orang karyawan tetap.

Untuk kendala yang ia rasakan tidak banyak, namun yang sering terjadi adalah deadline pengerjaan pesanan yang mepet. Namun bagi Warto yang terpenting adalah bagaimana memahami keinginan kliennya agar puas dengan hasil karyanya. (Riv)
[Image: analisablon.jpg]
sumber


11-20-2010 03:50 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

deveshelles Offline
Sobat Baru

Posts: 1
Joined: Mar 2011
Reputation: 0

 
Post: #2
RE: Manover Screen Print Work, Awalnya Hobi, Kini Jadi Gantungan Hidup
That went wrong because the four of us have expertise beyond the design. For example marketing people who do not have marketing background so that effort is certainly not too serious and do not go well.


03-25-2011 09:32 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

fanie Offline
Motivator
*

Posts: 1,500
Joined: Feb 2011
Reputation: 1156
  

 
Post: #3
RE: Manover Screen Print Work, Awalnya Hobi, Kini Jadi Gantungan Hidup
makasi buat motivasi usahanya..sedikit demi sedikit yah dirintis Big Grin


03-26-2011 09:33 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

zahrazad Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 38
Joined: Mar 2011
Reputation: 0

 
Post: #4
RE: Manover Screen Print Work, Awalnya Hobi, Kini Jadi Gantungan Hidup
baguss zemiga jadi motivasi yang baikhorehorehorehore


03-26-2011 09:18 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

erwan_hide Offline
Moderators ♂
*

Posts: 5,685
Joined: Feb 2011
Reputation: 798
  

 
Post: #5
RE: Manover Screen Print Work, Awalnya Hobi, Kini Jadi Gantungan Hidup
aku mau dong tutorial cara menyablon!!! plis


03-27-2011 11:20 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Kisah Mantan Miliyader Yang Kini Jadi Penjual Siomay Pink LindaCarling 5 2,531 12-27-2011 09:10 PM
Last Post: adihartono
  7 kebiasaan yang membuat hidup jadi kaya raya Aura.rahma 0 8,969 11-12-2010 04:47 PM
Last Post: Aura.rahma