EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |


Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Kemendag: Impor Garam Karena Defisit Produksi Dalam Negeri
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
eocfans Offline
Sesepuh EOC
*

Posts: 14,863
Joined: Feb 2011
Reputation: 6050
  




 
Post: #1
Kemendag: Impor Garam Karena Defisit Produksi Dalam Negeri
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersilang pendapat soal 11.800 ton garam impor yang saat ini disita di pelabuhan Ciwandan, Banten. Oleh Direktur Impor Kementerian Perdagangan Partogi Pangaribuan disebutkan bahwa impor garam yang dilakukan Kemendag tidak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.

[Image: Garam-ok.jpg]

Dia menjelaskan langkah impor garam tersebut dilakukan karena adanya gagal panen garam di 2010 lalu yang berdampak produksi garam nasional hanya 30.000 ton. Sementara kebutuhan kebutuhan akan garam nasional per bulannya mencapai 130 ribu hingga 135 ribu ton, dan selama setahun kebutuhan garam nasional sebanyak 1.370.000 ton.

Dia melanjutkan, padan 1 Juli hingga Agustus 2011, produksi garam nasional hanya mencapai 5 persen atau 68.500 ton dari kebutuhan 1.370.000 ton. Sehingga dari produksi tersebut, terjadi defisit garam sebesar 66.500 ton per bulan.
"Akhirnya stok awal Januari 2011 kosong. Kita mau makan apa? Padahal tiap bulan kita butuh 130 ribu sampai 135.000 ton. Kalau dikali 7 bulan (Januari- Juli), sementara produksi kita hanya 30.000 ton tahun 2010. Anda bayangkan sendiri. Inilah yang merembet ke tahun 2011. Kemudian per 1 Juli-Agustus 2011 produksi garam kita hanya 5 persen dari total kebutuhan 1,370.000 juta ton pertahun. Jadi kalau kita tidak izinkan impor, dari mana kita dapat garam. Apa kita harus dimarahin masyarakat," ujarnya, saat ditemui, di Kantornya Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Dia menegaskan bahwa impor garam ini keputusan bersama di Menko Perekonomian. "Makanya tidak eloklah kalau disebutkan kemendag itu tidak pro petani. Kita pasti pro petani. Itu harga mati. Mereka saudara kita, bangsa kita. Yang jelas kita takkan izinkan impor garam kalau ada stok di dalam negeri. Dan Kementerian Perdaganan sudah menetapkan larangan impor garam 1 bulan sebelum panen raya (tiap awal September)," tegasnya.

Lebih lanjut saat ditanya mengenai bentuk atau cara Kemendag Konsen dan pro petani, Partogi mengungkapkan Kementerian Perdagangan melakukan program meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani garam di seluruh Indonesia melalui Keputusan Dirjen Perdagangan Luar Negeri No:07/DAGLU/PER/7/2008 tentang penetapan harga penjualan garam di tingkat petani. Disebutkan Partogi, untuk KP1 (KP baca kualitas), harga terendah Rp325.000 per ton, KP2 harga terendah Rp250.000 per ton. "Ini juga sesuai dengan Permendag No 44/M-DAG/PER/10/2007 pasal 3 ayat 7," jelasnya.

Sebelumnya, imbuhnya, harga garam KP1 kurang dari Rp200.000 per ton, KP2 kurang dari Rp150.000 per to, KP3 kurang dari Rp80.000 per ton. Harga ini sesuai Permendag No.20/M-DAG/PER/9/2005, tentang ketentuan impor garam. Kalau dibandingkan dengan harga sekarang dengan yang dulu, jauh lebih besar peningkatannya. "Nah di sinikan sudah kelihatan kalau Kemendag peduli petani. Pendapatan mereka makin besar setelah peraturan terbit.Kemudian harganya dinaikkan lagi menjadi Rp 750.000 per ton untuk KP1, dan Rp650.000 per ton untuk KP2. Itu sesuai dengan Peraturan Dirjen Perdagangan Luar Negeri No:02/DAGLU/PER/5/2011. "Ini yang kita lakukan membela petani. Itu harga mati," ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyegel gudang garam milik PT SLM di Pelabuhan Ciwandan Cilegon Banten, Sabtu (6/8/2011). Penyegelan berlangsung pukul 14.30 WIB dan ditandatangani Kepala Satker PSDKP Karangantu dan disaksikan Kepolsek Ciwandan, Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, dan Loka PSPL Serang. Penyegelan dilakukan berdasarkan informasi awal yang diterima pada hari Rabu (3/8/2011), bahwa akan datang Kapal VINASHIN STAR HAI PHONG IMO 9283552 berbendera Vietnam yang membawa garam dari India untuk dibongkar di Pelabuhan Ciwandan Banten. Selanjutnya, pada Kamis (4/8/2011) pukul 12.30, kapal tersebut merapat dan pada Jumat sore saat dilakukan bongkar muatan dari kapal ke gudang garam.

Berdasarkan pantauan KKP di lapangan menunjukkan panen garam sudah dimulai, namun secara bersamaan masuk garam impor dari India sebanyak 11.800 ton. Ini berakibat jatuhnya harga garam rakyat di bawah harga dasar yang ditetapkan Mendag sebesar Rp 750 dari sebelumnya Rp 350. Kondisi ini juga mengakibatkan jatuhnya harga garam ditingkat pelaku usaha karena garam impor dijual jauh di bawah harga yang ditetapkan Mendag, lapor Asosiasi Petani Garam, Kemdag Tetap Awasi.

Dalam pertemuan antara kedua belah pihak yang diadakan Senin (8/8/2011) lalu, Kemendag ternyata menginginkan untuk meloloskan saja ribuan ton garam impor yang saat ini disita KKP ini, sementara KKP keukeuh untuk terus menahan bahkan KKP menginginkan garam impor ini dibakar. "Ini hak saya dong untuk melindungi rakyat kita, petani kita yang saat ini sedang repot. Bagi saya melindungi petani ini tidak ada kompromi," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, setelah membuka bazar ikan di kantornya, Jakarta, Selasa (9/8/2011) lalu.

Terkait dengan akan dimusnahkan atau dibakarnya garam impor tersebut, partogi meminta agar hal itu tidak dilakukan. Karena sekarang yang terjadi adalah rakyat membutuhkan garam tersebut di tengah terjadi defisit garam nasional.

"Tapi yang jelas, masalah garam ini jangan dimusnahkan. Alamak, kasihan, rakyat kita butuh. Garam ini bukan hanya untuk sayur, tapi juga kecap dan produk mamin (makan dan minuman) lainnya. Jadi kalau dimusnahkan ya sayang dong. Masa daging impor tak ada SPP atau udang impor yang dulu bermasalah hanya direekspor. Tiba- tiba garam ini mau dimusnahkan. Rasanya kurang elok," ujarnya.




08-11-2011 02:38 PM
Visit this user's website Find all posts by this user Quote this message in a reply

liem7585 Offline
๑۩۩»»ÉÖÇ««۩۩๑
*

Posts: 745
Joined: Jun 2011
Reputation: 680
  




 
Post: #2
RE: Kemendag: Impor Garam Karena Defisit Produksi Dalam Negeri
(08-11-2011 02:38 PM)eocfans Wrote:  

Astaghfirullah, bahkan garam pun kita mesti ngimpor sedih
Ada apa dgn bangsa ini ???
Petani lg yg disalahin ampun dah






Manusia memerlukan orang lain untuk mengingatkan akan kejelekannya.
Karena manusia cenderung merekam pencapaian terbaik mereka saja.

08-11-2011 03:00 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Polemik Impor Garam Dua Kementerian Berakhir eocfans 0 623 08-12-2011 07:37 AM
Last Post: eocfans