EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Hadir dalam Kemasan Unik, “Gorengan Factor” Masuk Waralaba
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
EyangSubur Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 188
Joined: Nov 2010
Reputation: 46
  

 
Post: #1
Hadir dalam Kemasan Unik, “Gorengan Factor” Masuk Waralaba
[Image: gorengan.jpg]
Inovasi dan kreativitas dalam bisnis, bisa datang darimana saja dan dalam bentuk apa saja. Tak terkecuali yang dilakukan oleh Daniel Gregorio Fajar dengan Gorengan Factor-nya. Ya, diakui atau tidak, gorengan merupakan makanan yang sangat familier nyaris di semua lapisan masyarakat dari bawah sampai atas.

Hal inilah yang membuat Fajar tertarik untuk mengembangkannya dengan konsep franchise atau waralaba. Annas Yanuar selaku konsultan waralaba dari bizNAS business Consultant mengatakan, pada prinsipnya semua bisnis bisa diwaralabakan, tak terkecuali gorengan. “Kunci bisnis waralaba adalah keharusan menghadirkan sesuatu yang unik. Gorengan mungkin produk yang sudah cukup familiar bahkan banyak yang jual. Tetapi kalau ada keunikan lain yang ditonjolkan, sangat mungkin diwaralabakan. Hal yang tidak boleh lupa adalah jalinan kerjasama manajemen melalui pelatihan ataupun pengawasan,” tutur Annas Yanuar kepada Spirit Bisnis.

Saat ini Gorengan Factor telah memiliki dua outlet , masing-masing di depan Gading Mas Swalayan 2, Jl. Ringin Raya 40, Condongcatur, dan di depan Indomaret, Jl .Kaliurang Km 7, Yogyakarta. Fajar mengatakan bahwa gorengan adalah produk yang bisa dikonsumsi oleh siapapun dan tak tergeser oleh waktu. Gorengan Factor hadir dengan konsep baru yang lebih inovatif dan kompetitif. Kita memiliki produk koplakan yakni tempe berbentuk sticky berbalut tepung dengan aneka macam rasa. Di antaranya balado, BBQ, keju, dan lain lain.

“Ini yang membedakan kita dengan yang lain. Sementara kemasan lain seperti tempe, pisang goreng dan bakwan tetap ada. Tentu dengan rasa serta higienitas yang terjaga,” terang Fajar. Selain dari sisi produk yang unik, pihaknya pun menawarkan kerjasama kemitraan yang menarik. Tidak hanya di Yogya, manajemen Gorengan Factor pun tidak menutup kemungkinan menjalin kemitraan dengan klien di kota-kota lain. “Kami optimis dengan perkembangan jaringan waralaba Gorengan Factor. Sejauh ini pertumbuhan omzet dari setiap outlet kita juga cukup bagus. Kita buka pertama bulan Juli 2010, dan sekarang sudahkiota sudah punya dua outlet yang kita punya,” tambahnya.

Sementara itu Annas Yanuar mengatakan, selain paket kemitraan yang ditawarkan, pemilihan lokasi yang strategis menjadi poin penting yang tidak boleh dilupakan. “Bisnis itu bicara lokasi, lokasi dan lokasi. Itulah sebabnya harus diperhatikan oleh pemilik waralaba ataupun mereka yang ingin mengambil waralabanya,” ungkapnya mengakhiri percakapan.? utiek

INVESTASI AWAL : (1 gerai + peralatan komplit+

biaya pelatihan keryawan Rp 6.000.000,-

PEMASUKAN :Omzet rata-rata / hari Rp 250.000,-

Omzet rata-rata / bulan Rp 7.500.000,-

PENGELUARAN: Bahan Baku Rp 2.500.000,-

Komisi & gaji karyawan Rp 1.050.000,-

Sewa Tempat Rp 300.000,-

Penyusutan alat Rp 150.000,-

Royalti fee 5% Rp 375.000,-

Total pengeluaran Rp 4.374.000,-

Nett profit / bulan Rp .3.125.000,-

CATATAN: Jika pangsa dan target pasar di lapangan tercapai,

BEP akan tercapai dalam waktu sekitar 2 bulan.era


11-20-2010 03:53 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Cara Membuat Tas Mungil dari Kemasan Plastik bekas Gogol_HT 0 54,779 05-25-2011 08:15 PM
Last Post: Gogol_HT