EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |


Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Fakta dan sejarah Sarkem Jogja
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
Pradukun Offline
Tukang Mojok
*

Posts: 10,353
Joined: Feb 2011
Reputation: 3660
  




 
Post: #1
Fakta dan sejarah Sarkem Jogja
[Image: 8CfoR.jpg]

Ada banyak kesan yang saya dapatkan saat pertama kali menginjakkan kaki di Gang III Pasar Kembang, pusat lokalisasi PSK yang terkenal di Yogyakarta, hari ini (19/9/2011). Sudah banyak ulasan maupun laporan jurnalisme yang menjamah lokasi ini. Yang saya tuliskan di sini adalah keadaan terbaru sesuai dan sebatas apa yang saya amati selama “pengintipan” satu jam tadi. Gang III Pasar Kembang Yogyakarta, saat ini berubah modern, dengan beragam metode pemasaran jasa pekerja seks komersial yang lebih cerdas dan up-to-date.

Kawasan Pasar Kembang (Sarkem) adalah satu-satunya kawasan operasional jasa PSK yang dipantau khusus oleh pemerintah daerah Yogyakarta. Letaknya yang persis berdampingan dengan pusat wisata terpopuler Malioboro menjadikan Sarkem spesial. Di kota-kota lain, kebanyakan lokalisasi operasi PSK dilokasikan di pinggiran kota bahkan di sebuah kawasan tertentu yang terpencil. Mengikuti tren wisata yang semakin maju, Sarkem berubah dari sekadar kawasan khusus dengan julukan “hot zone” menjadi blok wisata bagi orang-orang berkebutuhan khusus terkait jasa seks dan pernak-perniknya. Tidak mengherankan, ketika pertama kali berdiri di mulut Gang III, saya sudah menemui kesan manajemen yang tersusun rapi dalam hal penyambutan tamu.


“Mas, mau booking atau cari berita?” kata seorang tukang becak yang menyambut saya. Sebelumnya, Pak Tono menawarkan jasa becak ke Malioboro seperti biasa. Akan tetapi saat melihat saya melangkahkan kaki masuk ke gang, ia mencegat saya lalu menanyakan pertanyaan tersebut. Saya jawab, “Saya mau lihat-lihat saja, Pak.”

Kemudian, Pak Tono menanyakan pertanyaan yang tidak saya duga, “Mas mahasiswa bukan? Kalau betul, maka sekarang waktu yang pas, mahasiswa sebaiknya jalan-jalan kemari sore, jangan malam. Bisa bahaya.” Lalu Pak Tono tersenyum dan berlalu ke dalam gang untuk mengantarkan saya.

Selanjutnya saya dipertemukan dengan seorang pria paruh baya yang sepertinya penduduk setempat. Pak Tono kembali keluar saat selanjutnya saya diantar jalan-jalan oleh Pak Romo (demikian dia minta dipanggil). Pak Romo ini yang kemudian menanyakan pertanyaan yang juga unik bagi saya.

“Mas Fandy baru pertama kali kemari ya. Kalau begitu jangan terlalu ke belakang, kalau hanya mau nanya-nanya sampai di sini saja. Saya akan jawab.”

Saat itu saya berada di persimpangan gang, beberapa meter menjelang sebuah masjid yang terletak di dalam kampung padat tersebut. Walhasil, beberapa informasi yang saya dapatkan dan tuliskan dalam reportasesederhana ini adalah hasil obrolan ringan dan menyenangkan dengan Pak Romo ini.

Kawasan Pasar Kembang sebetulnya terdiri dari beberapa gang dari pangkal hingga ujungnya di kawasan Sosrowijayan. Dari beberapa gang, adalah Gang III yang menjadi pusat operasi kawasan lokalisasi. Pak Romo mengakui, meski sudah dilokalisasi, kegiatan jasa PSK sebetulnya sudah bocor kemana-mana. “Di Jalan Mataram dekat Kali Code sama di depan sekitar stasiun ini sudah ramai kok, di luar gang ada beberapa yang operasi. Tapi kalau mau pusatnya, ya di sini,” jelasnya sambil mengisap rokok.

Sebetulnya beberapa penduduk lokalisasi sempat melayangkan protes kepada beberapa PSK yang keluar dari lokalisasi, karena menurut mereka mengganggu kesepakatan lokalisasi yang bisa berbuntut sanksi dari pemerintah. Lokalisasi yang ditujukan sebagai wadah pemantauan pemerintah terhadap operasi pemberantasan HIV ini seharusnya tidak meluas. Padahal, saat ini, menurut Pak Romo, operasi PSK Sarkem sebetulnya sudah meluas tidak hanya terpusat di beberapa gang yang menjadi lokalisasi.

Dengan wajah kecewa, Pak Romo sempat mengungkapkan kekesalannya juga kepada pihak-pihak yang menghujat lokalisasi. “Lokalisasi itu bagaimanapun tempat para pekerja mencari uang, menghidupi keluarga. Ini pekerjaan profesional, tidak harus selalu dikait-kaitkan dengan urusan moral. Moral itu kembali ke pelakunya masing-masing. Pemerintah Yogya harusnya berterima kasih, Sarkem ini kan pusat perputaran uang yang penting di Malioboro.”

Saya menangkap, maksud Pak Romo kemungkinan adalah bahwa bagaimanapun sebagian uang wisata yang berputar di Malioboro akan beralih ke Sarkem, dan hal itu dihitung sebagai pendapatan penduduk yang menjadi indikator pencatatan di BPS. Tarif standar yang diatur antara Rp 100.000 hingga Rp 500.000 setiap layanan adalah alat pengukur pendapatan yang sangat jelas bagi para pekerjanya.

Data Dinas Sosial DIY pada Desember 2010 mencatat penduduk kawasan lokalisasi Sarkem berjumlah 415 orang pria dan 446 wanita. Setiap penduduk diwajibkan mengikuti program pemantauan virus HIV secara berkala. Meski demikian, menurut Pak Romo, sebetulnya saat dilakukan survey ataupun operasi kesehatan oleh pemerintah, sebagian penduduk bisa saja tidak ada di lokalisasi.

Setelah melakukan pencarian data, saya temukan fakta bahwa kawasan lokalisasi pada jam operasi sebetulnya dilakoni oleh tidak hanya warga asli, tetapi juga para pekerja yang datang dari luar lokalisasi. Pak Romo menjelaskan, setiap lepas maghrib puluhan PSK berdatangan ke lokalisasi dari berbagai daerah sekitar, kemudian berbaur dengan para pekerja yang memang tinggal di Sarkem. Uniknya, sejumlah PSK “luar” ini datang di tempat kerja dengan diantar langsung oleh suami atau pasangan masing-masing.

Lokalisasi Sarkem beroperasi rutin dengan jam puncak antara pukul 20.00 hingga 03.00. Untuk siang dan sore, saat ini disediakan jasa penyediaan informasi bagi pencari berita, ataupun wisatawan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kompleks yang juga adalah pasar pernak-pernik alat seks tersebut. Saat berkunjung sore tadi, saya bertemu dengan beberapa wisatawan asing yang khusus datang untuk mencari berbagai jajanan pernak-pernik, ataupun hewan seperti burung.

Melek Teknologi (Click to View)
[Image: sarkem.jpg]

Konsumsi oncom di Sarkem 1.500 Biji Per Bulan (Click to View)




Siap mojok lagi cool

09-20-2011 07:58 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

black_roses Offline
Stalker
*

Posts: 11,950
Joined: Apr 2011
Reputation: 3255
  




 
Post: #2
RE: Kapan ke Sarkem Jogja lagi
Ew............mikir
sarkem yak...................hehe
Dulu sering kesana ya Mas Dukun hehe




Always Miss U Pein honey Heart


09-20-2011 08:12 AM
Visit this user's website Find all posts by this user Quote this message in a reply

beppe Offline
The Guardian
*

Posts: 1,079
Joined: Aug 2011
Reputation: 1086
  




 
Post: #3
RE: Kapan ke Sarkem Jogja lagi
gw masih penasaran ama nih sebutan SARKEM...
selama workshop di jogja gw nginepnya di jalan raya sarkem (bukan di gang2 nya) dengan pertimbangan deket dengan malioboro..
tp selama gw dsana lho ga nemuin se"glamour" DOLLY di tmpat gw yg begitu "menggairahkan"...hehe
ato mungkin penelitian gw aja yg belum sampe ke pusat tuh sarkem kalee ya..habisnya mau cr tour guide yang cantik ga nemu2 sih...wek



Quote:
It is better to lead from behind and to put others in front, especially when you celebrate victory when nice things occur. You take the front line when there is danger. Then people will appreciate your leadership. (Nelson Mandela's Quote)

[img]http://2.bp.blogspot.com/-NApmagMjZnI/T0BP-NbIzWI/AAAAAAAAAN8/AeEobI-l8lg/s1600/love_indonesia.jpg[/img]

09-20-2011 08:21 AM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Amri_MF Offline
Musisi Dunia Maya
*

Posts: 4,886
Joined: Dec 2010
Reputation: 1308
  




 
Post: #4
RE: Kapan ke Sarkem Jogja lagi
Btw kalo liburan pasti kesitu ya?? kok gak ngajak2



IndoTTS - Teka teki silang Online
NusaRadio.com - Dengerin Radio via Internet
NotasiMusik.com - Situs Edukasi Musik Indonesia
09-20-2011 12:30 PM
Visit this user's website Find all posts by this user Quote this message in a reply

freakers Offline
Sains & Teknologi
*

Posts: 6,901
Joined: Mar 2011
Reputation: 1738
  




 
Post: #5
RE: Kapan ke Sarkem Jogja lagi
oh sarkem pesonamu menggodaku wek wek




freakers says : I'm Online again
in the real world

I want you to feel pain, to think about pain, to accept pain, to know pain
JANGAN DIBUKA (Click to View)
Open Yahoo Messenger


09-20-2011 12:53 PM
Visit this user's website Find all posts by this user Quote this message in a reply

erwan_hide Offline
Moderators ♂
*

Posts: 5,677
Joined: Feb 2011
Reputation: 798
  




 
Post: #6
RE: Kapan ke Sarkem Jogja lagi
banyak yang punya fesbuk,,, hmmmm,,, patut dicari!!! hehe


09-20-2011 01:03 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Pradukun Offline
Tukang Mojok
*

Posts: 10,353
Joined: Feb 2011
Reputation: 3660
  




 
Post: #7
RE: Kapan ke Sarkem Jogja lagi
(09-20-2011 01:03 PM)erwan_hide Wrote:  banyak yang punya fesbuk,,, hmmmm,,, patut dicari!!! hehe

Ikutan memantau aja deh hehe




Siap mojok lagi cool

09-20-2011 01:11 PM
Find all posts by this user Quote this message in a reply

Post Reply