EO Community : Komunitas Event Organizer Indonesia | Meet, Share & Discuss |



Thread Closed 
 
Thread Rating:
  • 1 Votes - 1 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
 
Di Usia 160 tahun, Muin Masih Sanggup Mencangkul 4 jam Sehari
 
Share to: Facebook Twitter StumbleUpon Send
 to Google Buzz Send to LinkedIn
Author Message
EndangDilaga Offline
๑۩۩»»ÉÖcer's««۩۩๑
EOcer's

Posts: 237
Joined: Oct 2010
Reputation: 24
  

 
Post: #1
Thumbs Up Di Usia 160 tahun, Muin Masih Sanggup Mencangkul 4 jam Sehari
Waykanan, Lampung (tvOne)

Selain masih sanggup mencangkul empat jam dalam sehari, di usianya yang sangat uzur, Muin (160), masih piawai membaca ayat suci Al Quran tanpa menggunakan kacamata setiap usai menunaikan ibadah sholat lima waktu.

Lelaki kelahiran Rangkasbitung, Banten tahun 1850 yang suka humor dan biasa dipanggil Aki Muin itu menuturkan, hidup itu indah kalau sehat, kalau sakit jadi tidak indah, namun ada hikmah yang tetap harus disyukuri.

"Saya makan seperti `kambing` alias sayuran dari hasil berkebun saja, tidak pernah membeli, dan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging atau telur saya hindari. Barangkali itu yang membuat mata masih awas untuk membaca Al Quran setelah kegiatan sholat wajib," ujarnya, di Blambanganumpu, yang berada sekitar 200 km dari kota Bandarlampung, Jumat.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam mengolah komoditas perkebunan dan pertanian miliknya seperti kopi, terong, kacang panjang, cabai dan padi, sama sekali dia tidak menggunakan pupuk kimia.

"Saya tidak pernah menggunakan pupuk kimia, memanfaatkan yang alami saja, seperti daun atau jerami padi. Adapun untuk bekerja di kebun atau sawah, saya biasa mulai jam 6 pagi, dan biasa mencangkul sekitar 4 jam dalam sehari, maklum sudah `kolot` jadi banyak lelahnya," katanya seraya memamerkan giginya yang habis.

Ia juga mengaku, tahun 2008 dia bahkan masih sanggup memanjat pohon aren setinggi kurang lebih 10 meter yang dimilikinya untuk menyadap nira.

"Sebelum jatuh dua tahun lalu, saya masih sanggup memanjat pohon aren, tapi sekarang tidak bisa lagi, punggung saya sudah patah, jadi bengkok seperti ini," katanya.

Terkait sejarah penjajahan Belanda dan Jepang ia mengatakan, hidup di zaman pendudukan negeri sakura lebih sulit dibandingkan saat tentara negeri kincir angin menguasai Indonesia.

"Zaman Jepang pakaian itu susah, saya saja menggunakan kulit dari pohon benda sebagai penutup aurat, seperti sarung atau kebaya, namun lumayan hangat. Tapi saat zaman penjajahan Belanda lumayan mudah, harga rokok 3 sen dapat 20 batang," ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, dirinya juga pernah ikut menjadi tentara sukarela dan digaji 25 perak setiap bulan, namun setelah perang kemerdekaan memilih menjadi orang biasa karena ingin bebas.

"Saya menikah 13 kali, tapi 12 yang awal cerai semua, menikah terakhir dengan istri saya tahun 1973," ujarnya.

Maniah (64), istri terakhir Aki Muin, mengatakan, suami tercintanya itu juga jarang tidur.

"Bahkan Aki pernah tidak makan nasi selama 3 tahun, selain itu juga, bangun untuk sholat subuh rata-rata jam empat pagi, mandi, sholat dan diakhiri mengaji," ujarnya.


10-23-2010 09:25 AM
Find all posts by this user

Thread Closed 


Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Selamatkan Masa Depan Cucu Yang Diperkosa Kakek 80 Usia Tahun...!!! ******* 1 1,418 09-07-2012 02:18 PM
Last Post: EDi_OMG
  Malinda Dee Tak Sanggup Bayar Cicilan Mobil Porsche walangsangit 2 1,804 01-10-2012 10:54 AM
Last Post: walangsangit